Saturday, December 26, 2009
Once upon a time, there was a story about a kingdom which named Roman Number Nation. Whose lead by Julio Kasar. He was an old man, He wanted to marry and he said with his servant.

Julio Kasar : “ Mbok i want to get marry. can you find me a spouse?
mbok : “what kind a spouse do you want my lord?
Julio kasar : “she must be beautiful, sexy and sweet.
Mbok : “hmm... i try to think”
10 minutes later....
Mbok : “aha,i heard about....
5 minute later.....
Julio kasar : “come on!!!! What!!!!! Don’t make me angry!!!!
Mbok : “ ah, i’m sorry my lord...i’ve heard about a Queen in Ajib country.her name is Cleokatrok
Julio kasar : “tell me more about her...
Mbok : aaaaaaaaaaa........
Julio kasar : arrrrrggghhhh!!!!! Come on!!!
Mbok : she is the most beautiful woman on the world,her beauty is like a legend.
Julio kasar :you sure????? Are you kidding me??
Mbok : of course!!!
Julio kasar : ok,i will propose her as soon as possible
Mbok : that’s good idea,but my lord she will held an competition to choose her spouse
Julio kasar : ok,when she will???
Mbok : a week later.
Julio kasar : ok,i’ll join it....
Finally, Julio kasar followed that competition and prepared himself....
Ajib guard : now,the Queen will held a competition to choose her spouse!!!
(people rumbling)
Ajib guard : who’s the first????
First contestant : me! I will sing a song....(and he sing a song)
(people rumbling): huuuuuuuuuuuuuuu.......
Ajib guard : jeer...that’s bad voice as i ever heard.who’s next?????
Second contestant: me!!!! I’m a good singer in my country (and then he sing a song)...
(people rumbling): huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.....get down!!! You suck!!!!
Ajib guard : hahahahaha......you suck...who’s next????
Suddenly,there was a man appear in the middle of people who’s watching the competition
And he is Julio kasar....
Julio kasar : i will show my ability to you...
Ajib guard : who are you??? What is your ability??
Cleokatrok : let him show his ability
Ajib guard : yes master.....ok,show your ability now!!!!
Julio kasar : (he sing a song)....
And the Queen admired his voice
Cleokatrok : ok....i choose you
Ajib guard : the winner is......what is your name little buddy????
Julio kasar : damn you boy....hey,do you know who i am???? (he said to the audience)
( audience) : i don’t know....
Julio kasar : my name is Julio kasar,the great emperor on the world....
( audience shocked).......what!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Cleokatrok : oh,so you’re the stupid emperor like they said.but i’m admire to you
At last they were married.....a year later,Julio kasar got an idea.he wanted to attack Galea.

On Galea....
Witch : hey Galea....Julio will be attack!!!!! Prepare yourself to solve him.
Astorix : hey...what on earth big fella???
Oblek : i don’t know....i think he said something!!! Maybe about the food....
(plak!!! He hit Oblek)
Astorix : you stupid boy!!! He don’t said about food....i’ve heard that he said about attack.....hey,old witch!!!! Who will attack?
Witch : an emperor from Roman number nation.Julio kasar and he will come soon.
Oblek : owh...so there will be a battle???? I like it.what about you boy???
Astorix : yeah....come on,i’m ready
And then the Julio kasar’s soldier was come...and he told to the Galea’s people
Julio kasar : men!!! Prepare your self to receive our attack!!! Men!! Prepere to attack.
And then the Julio kasar’s soldiers was attack to Galea...
Witch : prepare to defend!!! Stay to your post.
And the battle couldn’t be avoided...
Astorix and Oblek joined to the battle,and....
Astorik : owh,they’re so strong,we can defeat them as easy...
Oblek : ya...hey,where is the potion???
Astorix : here you are...do you has to drank???
And then Oblek drink the potion either Astorix...
Oble : hey,i got the big power...
Astorix : so do i....
And cause them,Galea won the battle....

Labels:


Read more!  
posted by Fredy at 10:36 PM 0 comments
Friday, December 25, 2009
Kami tidak akan selamanya menjadi rakyat menderita.
Jika kalian menyuruh kami untuk menyebar
Kami akan berkumpul.
Tembaklah kami jika kalian kehendaki.

Jika kalian mengisolasi kami di dalam
kamp-kamp Pengungsi
Kami akan menyebar sampai ke pedesaan.
Galilah minyak kami dan bakar kami
hidup-hidup di dalamnya
Jika itu yang kalian kehendaki

Jika kalian menyuruh kami bekerja di
perusahaan-perusahaan kalian
Kami akan mengurung diri di dalam rumah.
Giring kami ke kamp-kamp kosentrasi
jika itu kehendak kalian.

Jika kalian memerintahkan kami untuk
membeli hasil bumi dan hasil produk
kalian
Kami akan menanam dan membuatnya
sendiri.
Hancurkan rumah dan perkebunan kami
jika kalian kehendaki.

Jika kalian menarik pajak dari kami
Kami tidak akan memberikan apa-apa.
Lemparkan gas air mata ke dalam pondok
kami jika itu yang kalian mau.

Jika kalian mengatur bahwa kami harus
membawa kartu identitas
Kami akan membawa bendera Palestina.
Tutup cadangan air, buat kami keleparan
dan kehausan jika itu mau kalian.

Hukum apapun yang kalian tetapkan,akan
kami langgar
Apapun yang kalian inginkan,kami akan
abaikan.
Bawa pentungan dan pipa besi kalian
Dan patahkan tulang-tulang kami jika
kalian inginkan

Ketika salah seorang dari kami gugur
Sepuluh orang akan menggabtikan
tempatnya.

Seret sepuluh orang dari kami ke dalam
penjara
Dan kalian akan menemukan seratus orang
menunggu saata kalian kembali.

Patahkan daua puluh lengan kami
Dan hujan batu dengan kekuatan penuh
dari tangan-tangan sehat
yang akan muncul di sekeliling kalian.

Ketika peluru kalian membut kami
kehilangan anak-anak
Kami akan mengadopsi anak-anak kalian.

Usirlah kami, maka kami akan kembali
seperti akar yang terpotong dari tanaman
Galilah sumur kami dan menyerap embun
Hancurkan rumah kami maka kami akan hidup di dalam gua.

Kalian tidak akan memperoleh apa-apa
selain kebencian
Dan kebencian kami akan menjadi
berharga.

Kami tidak akan kehilangan apa-apa
selain hidup kami
Dan juga kematian dapat menebus kehidupan
yang kami cita-citakan.
Kami akan menawarkannya dengan
senang hati.


diambil dari sini


Kita tahu bahwa Agresi-agresi Israel yang selalu menggunakan kekuatan militer telah membuat rakyat Palestina sengsara. Baru-baru ini saya dengar bahwa negeri zionis tersebut sedang merancang UU mengenai pelarangan adzan Shubuh di Masjid Al-Aqsa (eramuslim.com), serta sejumlah aksi pemukim Yahudi yang melakukan aksi vandalisme di sebuah masjid (eramuslim.com). Mereka membakar perpustakaan dan kitab suci umat Islam. Sungguh biadab kelakuan mereka. Kita memang tahu, apa yang disebut Kebebasan Beragama. Tapi, apa mesti dengan adanya kebebasan beragama membuat kebebasan orang lain terganggu ? Mereka hanya memikirkan diri sendiri. Hanya kepentingan politik yang memperebutkan kekuasaan dan wilayah yang mereka impikan, bukan untuk saling berdampingan dengan sesmanya. Bangsa pintar yang tak diimbangi dengan kepintaran emosional dan spiritual. Israel biadab

Labels:


Read more!  
posted by Fredy at 12:03 AM 0 comments
Monday, December 21, 2009
EIP ASSIGMENT

Group 9

NADER SHAH

Members of group
R Mu’ammar Qadhafi (92084240)
Achmad Yani Azmi (92154026)
Fredy Novembianto (92154220)
Rian Karunianta Pratama (92613202)
Maria Yusnita (92154201)
Elok Putri Nimasari (92084201)
Nahdiya Faridatul H (92154227)
Pridarmansa Anita Hapsari (92084212)
Dinar Amalia Anggrani (92084059)
Minarti (52084230)
Dyah H.W (52084061)

STATE UNIVERSITY OF SURABAYA
LANGUAGE AND ART FACULTY
ENGLISH DEPARTMENT


Chapter I
Revolutionist is a person who changes structures of social and culture quickly and related to basis or points of society life. On the other hand, revolutionist is a person who always does something thaht has a change from old system which supposed not suitable to new system which is suitable in a society. Revolution was achange radically in short time to change from old system to new system. The word of radic means basic and it can be counted in period that suitable with the object or subject that is revoluted. In revolution, the hange that happens can be planned or not and it is done without hardness or with hardness. Quickness measure in a change actually is relative, because revolution can happen in long time. Revolution has purpose to demolish, break, and grow relates to dialect, logic, romanticism, breaking and growing in order to create prosperous society that caused by some factors, not only leader figure but also all of element of struggle with the advice. The logic of revolution is how revolution can be held based on good count, revolution is not able to be fast or late. It will come on the time, romanticism revolution is values of revolution with the memory where it is built. It relates to understanding of history and how it can reach the prosperous society. Many moments and museums that describes about revolution such as in Iran.

Iran is one of oldest country in the world. The story begins on 5000BC. Iran is on across of strategic place in the middle East, West, Asian. The human lacation proof in the past time on Paleolitikum.Award period in Iran mountains found in Kerman Shah Valley. Iran had been known since the ancient time until 1935. Iran was still called Persia in the western. Mohammad Reza Shah Pahlevi announced that both Iran and Persia may be used. Iran name was meant “Arya” or land of Arya Nation, Iran is limited with Azerbaijan (500 km) and Armenia (35 km) in the North. Afghanistan (936 km) and Pakistan (909 km) in the East. Turkey (500 km) and Iraq (1458 km) in the West. Persia bay and Oman bay in the South. Iran had experienced some invasion and colonialism by the other countries. One of the heroes who built Iran became great country was Nader Shah.

In the end 15th century and begins 16th century, a chieftain, Ismail, became a king in 1501 and built Safavid dynasty. Safavid dynasty led Iran until 1722, when Afghan’s armies invaded the country and held the power of Isfahan in 1730, Nader Shah, a Turkish. He was well known as Qoli Nader Beg or Qili Tahmasp Khan. In 1974 he led as Syah Iran and he was a pioneer of Afsharid. Because of his genious military, some hystorians described as Napoleon of Persia or the second Alexander. Nader Shah was a member of Turcophone Afshartrible of Northern Persia who had given military power for Safavid County since the time of Shah Ismail. Nader rose to power during a period of anarchy in Persia after a rebellion by Afghans had overthrown Shah Sultan Hossein. Both of ottomans and Russian had seized Persia territory for themselves. Nader reunited with Persia and removed the invaders. He became so powerful so that he decided to depose the last member of Safavid Dynasty that had ruled Persia for over 200 yaers and became himself in 1736. His great campaign made a big Persian empire included Afghanistan, Pakistan and part of Kaukasus. But his military spending had disadvantage effect. He also invaded Afghanistan and took the cities of Kabul Kandahar and Lahore. He defeated mogul at war of Karnal. From here, he continued to Delhi. Where he indirectly killed 30.000 civilians and took many jewels. Included peacock throne ( value at $ 1 billion dollars now) for more information, let’s go to the story of Nader Shah on next chapter.

Chapter II
Nader Shah also some people called him with Qoli Nader Beg or Qoli Tahmasp Khan ruled as Shah of Iran, and a founder of the Afsharid Dynasty. Some historian called him as ‘Napoleon of Persia’ or ‘The Second Alexander’. Nader Shah was a member of the Turcophone Afshar Tribe of Northern Persia. Nader rose to power during a period of anarchy in Persia after a rebellion by Afghans had overthrown the weak Shah Soltan Hossein, and both the the Ottomans and Russians had seized Persian territory for themselves. Nader became reunion with the Persian realm and removed the invaders. And also, he became so powerful and he tried to depose the last members of the Safavid Dynasty, and he could. He was a Shah in 1736. His campaigns created a greta Persian Empire. The territory included Iran, Afghanistan, Pakistan, a parts of The Caucasus region, and a parts of Central Asia. The impact of his military, Persian had spent a lot of money. Nader idolized Genghis Khan and Timur. He influenced with their military skill and especially later in his reign-their cruelty. Nader Shah’s victories made the realm became a big empire. But, his empire quickly disintegrated after he was died in 1747.
Early Life
Nader Shah was born in Dastgerd, a province in the north-east of the Persian Empire. His father, a poor peasant, died while Nader was still a child. According to legends, Nader and his mother were carried off as slaves by marauding Uzbek or Turkmen tribesmen, but Nader managed to escape. He joined a band of brigands while still a boy and eventually became their leader. Nader married the two daughters of Baba Ali Beg, a local chief.
The Fall of the Safavid dynasty
Nader grew up during the final years of the Safavid dynasty which had ruled Persia since 1502. Under such figures as Abbas the Great, Safavid Persia had been a powerful empire, but by the early 18th century the state was in serious decline and the reigning shah, Soltan Hossein, was a weak ruler. When Soltan Hussein attempted to quell a rebellion by Ghilzai Afghans in Kandahar, the governor he sent was killed. Under their leader Mahmud, the rebellious Afghans moved westwards against the shah himself and in 1722 they defeated a vastly superior force at the Battle of Golnabad and then besieged the capital, Isfahan. After the shah failed to escape to rally a relief force elsewhere, the city was starved into submission and Soltan Hussein abdicated, handing power to Mahmud. In Khorasan, Nader at first submitted to the local Afghan governor of Mashhad, Malek Mahmud, but then rebelled and built up his own small army. Soltan Hossein’s son had declared himself Shah Tahmasp II, but found little support and fled to the Qajar tribe, who offered to back him. Meanwhile, Persia's imperial rivals, the Ottomans and the Russians, took advantage of the chaos in the country to seize territory for themselves.
Defeat of the Afghans
Tahmasp and the Qajar leader Fath Ali Khan (the ancestor of Agha Mohammad Khan Qajar) contacted Nader and asked him to join their cause and drive the Afghans out of Khorasan. He agreed and thus became a figure of national importance.
Nader chose not to march directly on Isfahan. First, in May 1729, he defeated the Abdali Afghans near Herat. Many of the Abdali Afghans subsequently joined his army. The new Ghilzai Afghan shah, Ashraf, decided to move against Nader but in September 1729, Nader defeated him at the Battle of Damghan and again, decisively, in November at Murchakhort. Ashraf fled and Nader finally entered Isfahan, handing it over to Tahmasp in December. Tahmasp made Nader governor over many eastern provinces, including his native Khorasan, and married him to his sister. Nader pursued and defeated Ashraf, who was murdered by his own followers. In 1738 Nader Shah besieged and destroyed Kandahar. This was the ultimate defeat of any remaining Afghan forces. Nader Shah built a new city near Kandahar, which he named "Naderabad".



Ottoman Campaign
In the spring 1730, Nader attacked Ottoman and seizuresed the most of territory was disappear when chaos, at the same time Afghan Abdali revolted and surrounded Masyhad. Nader needed 14 months to defeated Afghan Abdali.
Relation between Nader and Shah had decline because grew jealous with military success, with dont present Nader in East, tahmasp tried to campaign to regained Yerevan. He ended up losing all Nader’s recent gains to the Ottomans, and signed a delay ceding Georgia and Armenia in exchange for Tabriz.
Nader decided he could win back the territory in Armenia and Georgia by seizing Ottoman Baghdad and then offering it in exchange for the lost provinces, but his plan went badly amiss when his army was routed by the Ottoman general Topal Osman Pasha near the city in 1733. Nader decided he needed to regain the initiative as soon as possible to save his position because revolts were already breaking out in Persia. He faced Topal again with a larger force and defeated and killed him. He then besieged Baghdad, as well as Ganja in the northern provinces, earning a Russian alliance against the Ottomans. Nader scored a great victory over a superior Ottoman force at Baghavard and by the summer of 1735, Persian Armenia and Georgia were his again. In March 1735, he signed a treaty with the Russians in Ganja by which the latter agreed to withdraw all of their troops from Persian territory.
Nader becomes Shah
In January 1736, Nader held a qoroltai (a grand meeting in the tradition of Genghis Khan and Timur) on the Moghan Plain in Azerbaijan. The leading figures in Persian political and religious life attended. Nader suggested he should be proclaimed the new shah in place of the young Abbas III. Everyone agreed, many—if not most—enthusiastically, the rest fearing Nader’s anger if they showed support for the deposed Safavids. Nader was crowned Shah of Iran on March 8, 1736, a date his astrologers had chosen as being especially propitious.
Religious Policy
Nader also proposed religious reforms. The Safavids had introduced Shi'a Islam as the state religion of Persia. His own army was also a mixture of Sunni and Shi'a Muslims. Nader's other primary aim in his religious reforms was to weaken the Safavids further since Shi'a Islam had always been a major element in support for the dynasty. He had the chief mullah of Persia strangled after he was heard expressing support for the Safavids. Among his reforms was the introduction of what came to be known as the kolah-e Naderi. This was a hat with four peaks which symbolised the first four caliphs.
Invasion of India
In 1738, Nader Shah conquered Kandahar, the last outpost of the Ghilzai Afghans. His thoughts now turned to Mughal India to the south. This once powerful Muslim state was falling apart as the nobles became increasingly disobedient and the Hindu Marathas made inroads on its territory from the south-west. Its ruler Mohammed Shah was powerless to reverse this disintegration. Nader used the pretext of his Afghan enemies taking refuge in India to cross the border and capture Kabul, Ghazni and Peshawar. He then advanced deeper into India crossing the river Indus before the end of year. He defeated the Mughal army at the huge Battle of Karnal in February, 1739. After this victory, Nader captured Mohammad Shah and entered with him into Delhi. When a rumour broke out that Nader had been assassinated, some of the Indians attacked and killed Persian troops. Nader reacted by ordering his soldiers to massacre the population and plunder the city. During the course of one day (March 22) 20,000 to 30,000 Indians were killed by the Persian troops, forcing Mohammad Shah to beg for mercy.

After India
Indian campaign (1738) was the top of Nadir leadership. In this year he was forced central asia such as Uzbekistan and India. He invaded Qandahar, captured Kabul and moved to attack India. He seized and sacked Delhi. This war killed 30000 of its citizens. He also taking the Indian treasures.After that, in 1740 he invaded Transxonia and started a war with Turkey in 1743. He built a armed forced and conquered Oman.In the same year he had a problem with his family. They were suspecting each other, among his wife and his son. But Nader Shah wasn’t care with it.
Nadir became older and his health was more deteriorate. In 1743 Nadir was treated for a liver complaint. He was almost killed. Following an assassination attempt to him ,he suspected his own son ,Reza Quli Mirza (1719-1747) who want to killed him. He make his son blind as punishment. But actually, then he regretted it. After that he killed who had look his son’s blinding. He became so paranoid and killed everyone who suspected wants to assassinated him.
He developed Persian’s navy from the Indians treasures. He bought many ships in Arabian and attack Ottoman’s empire. In the 1746 Nadir was occupying Najaf.
Nadir also changed domestic policies. For example Iran’s currency. He make silver coins that called Naderi which same with Mughal rupee. He stoped a pay with ownership of land. He also changed Shahsevan becoming tribes that advocating Iran to attack Ottoman and Russia. He might changed all of the power of Iran but it isn’t make the financial better.
Nadir was a cruel king. He just used a war and brute force to reach his goals. He punish the people who be his opponent ruthlessy. He force his citizens to pay taxes for his army and campaign.
Nadir was die in 19th of June 1747 in Fathabad ,Korasan. He surprised in his sleep. He was jubed by Salah Bey with sword. But before he die, he still could killed two assassin. After that, his position replaced by his nephew Ali Qoli or called Adil Shah. But in fact Ali was a assassin of the Nadir’s murder and he was overthrown in one year. In the last history, Karim Khan, the grandchildren of Nadir became a king of Iran.

Chapter III
Nader Shah is one of revolutionists who can change reign’s system in his own country. Nader Shah was a great revolutionist because of his ability in managing, great power of military. He could make big empire of Persia, and now, it is spirited to be some countries, such as Iran, Afghanistan, and Pakistan. He also had done many crucial the decisions that give great important global effects. In the early of his life, before he became a great revolutionist and head Persia Empire.

He was a poor family in Dastgerd, when He was young; he joined in a band of bargain. This was as the beginning of His life journey. After that, He came into military organization and He get a peak position and became a great military figure. The first action that had been done by Nader. He was getting position as a king in Persia. He kicked Safavid Dynasty away from the Persia Empire, and then He created a new dynasty that would lead Persia later. It was as Farid dynasty.

On the period of his life, Nader also created religious policy which tried to combine between two kinds of Moslem, Sunni and Shi’a Islam. In order to get a united empire which is peaceful. Nader was very proud of Genghis Khan. He liked him so much. This condition that brought him to the many wars. And this also that make Persia bankrupt. It brought Persia to the end of history when Nader was killed in 1747.

He is known as a good revolutionist who had ever seen Iranian’s power back and become the last powerful military from Middle East between Ottomans and Mughals. Nader Shah Afshar is one of revolutionists who can inspirit the other countries like Indonesia.

Reference
• Wikipedia

Labels:


Read more!  
posted by Fredy at 8:51 PM 1 comments
Saturday, March 28, 2009

"Pilih saya , perjuangkan sembako murah ! ! ! Pilih saya , rumah sakit dan pendidikan gratis!" . . . wow , hebat ya para caleg berkoar-koar ?
Yap , begitulah para caleg menarik hati para rakyat . Padahal kita tahu , rakyat sudah bosan dengan keadaan yang labil seperti ini , perubahan yang statis . apa mungkin dari dulu para caleg sudah ditakdirkan hidup di dunia ini hanya untuk obral janji . Memang sudah banyak yang berkata demikian , tetapi kenapa tak ada perubahan yang terjadi kepada masing - masing anggota caleg . Naif apabila caleg tidak ada yang mengejar kursi parlemen , maupun harta untuk dirinya sendiri . Kalau bukan seperti itu , mengapa seorang caleg begitu memaksakan diri untuk memimpin dan mengatur sistem pemerintahan di negara dunia ketiga ini . Pasti sangat sulit mengatur bahtera pemerintahan ini melewati saat-saat krisis global seperti sekarang . Bahkan , yang saya tahu , tukang becakpun memaksakan diri untuk ikut dalam pemilihan legislatif . Apa benar , seseorang yang sehari-harinya hanya mengayuh becak , kini dia harus mengayuh tenaga untuk mengatur sistem pemerintahan kalau bukan demi uang dan kesejahteraan ? ? ?

Juga buat apa para caleg memasang spanduk-spanduk dan baliho berukuran super duper hyper besar di pinggir-pinggeir jalan ? ?
pasti mereka ingin mendapat perhatian di masyarakat , lalu berharap agar masyarakat memilihnya . Dan ujung-ujungnya , para caleg pasti tergiur oleh harta yang berakibat lalainya janji - janjinya selama masa kampanye . Coba anda lihat spanduk dan baliho di bawah ini







dasar para caleg , minoritas juga calon koruptor ! ! !



Labels:


Read more!  
posted by Fredy at 3:06 PM 1 comments
Sunday, August 12, 2007


Jangan mencap miring anak punk, kalo belon dekat. Mereka emang cuek, tapi juga tau diri. Kenapa mesti berpakaian lusuh?

“Awas anak punk!” Peringatan kayak gitu masih sering terdengar begitu melihat segerombolan anak punk di jalan. Maklum, penampilan anak punk emang bikin “keder” banyak orang. Jaket lusuh yang dipenuhi emblem, sepatu boots Doc Mart, celana panjang ketat, spike (gelang berjeruji) di tangan, rambut tajamnya yang bergaya mohawk (mohak) bikin punkers terkesan garang.

Bukan hanya penampilan yang membuat imej punk jadi “lain” dari komunitas remaja kebanyakan, tapi juga tingkah mereka. Bergerombol di jalan, kadang sampe pagi, dan kadang suka terlibat tawuran. Maka, kompletlah punk kena cap sebagai komunitas yang bermasalah. Padahal, apa sebenernya anak punk kayak gitu? Tukang bikin rusuh?

“Salah banget kali, orang-orang ngelihat kita kayak sampah masyarakat. Mereka yang mikir begitu, sebenarnya nggak tau apa-apa tentang kita,” kata Oscar, salah satu anak punk Jakarta Timur (Sorry, musti pake’ nama samaran).

Menurut Oscar, penampilan punk yang lusuh bukan berarti kelakuan mereka juga minus. Apalagi penampilan kayak gitu udah menjadi cirri khas punk. Mungkin kelihatan lusuh, dekil, kayak orang aneh, tapi kita nggak pernah ngelakuin tidak criminal kayak maling. “Kalo ada anak punk yang malak, dia nggak ngerti arti punk sebenarnya. Mungkin cuma dandanan luar doang yang punk, dalemnya nggak tau apa-apa,” tambah cowok berusia 16 tahun ini serius.

Tapi nggak bisa dipungkiri, penampilan, penampilan punk yang sering kelihatan lusuh nggak terlepas dari sejarah kelahiran punk itu sendiri. Menurut Oscar, punk lahir di jalanan, dari orang-orang yang tertindas kayak gembel, buruh dan gelandangan yang benci sama kapitalis di Eropa. Mereka benci ama orang kaya yang serakah dan penindas orang miskin.

“Mereka akhirnya terbuang, sampe terus bikin komunitas sendiri. Tapi, kalo lantas dianggap kriminal, ya salah. Punk malah punya jiwa sosial dan solidaritas yang tinggi, terutama buat kelompoknya. Mereka juga memihak rakyat kecil,” jelas Oscar panjang lebar.

BANYAK ALIRAN

Penampilan seperti itu, juga diikutin abis ama anak punk di Indonesia. Tapi, bukan karena semata karena penampilan yang bikin banyak remaja tertarik masuk kedalam komunitas punk, melainkan karena motto anak punk itu sendiri. Equality (persamaan hak) misalnya, termasuk yang bikin banyak remaja jatuh hati.

“Tadinya aku juga nggak suka ama anak punk, tapi begitu aku coba gaul ama mereka, aku jadi tertarik. Mereka mementingkan kebersamaan dalam segala hal, prinsip itu yang nggak aku temuin di komunitas lain,” cerita Ricky (bukan nama sebenarnya) yang udah jadi anak punk sejak duduk di kelas I SMP.

Ricky makin jatuh hati ketika ia merasa cocok ama musik khas anak punkyang underground. Udah gitu lewat jalur indie label, cowok yang duduk di kelas II SMP ini merasa bebas berkreasi .Nggak bakal kena pengaruh ama perusahaan rekaman yang cenderung komersil. Pokoknya ia merasa bebas.

Tapi, diakui Ricky, begitu gabung ama komunitas punk, gaya hidupnya berubah berubah. Dandanan udah pasti. Selain itu, ia jarang di rumah. Biasanya nongkrong ama sesama anak punk. Kadang sampe pagi, terutama kalo hari libur. Pas nongkrong, biasanya mereka ngobrol dan berdiskusi tentang musik atau komunitas punk. Nggak jarang, mereka sering bertandang ke komunitas punk di tempat lain.

“Itu jadi semacam ‘kegiatan’ wajib. Selain bisa tau info baru tentang punk, kita juga bisa nambah temen baru,” tukas Ricky

Kegiatan lain, apalagi kalo bukan festival band underground yang biasanya digelar tiap Minggu. Gedung Olah Raga (GOR) biasanya paling sering dipakai buat acara mereka₪ Akibatnya, ada yang menganggap anak punk identik ama GOR. Di Jakarta ada di Bulungan, Youth Centre, dan Planet Senen. Termasuk GOR di Bekasi dan GOR Saparua di Bandung. Asal tau aja GOR dipilih bukan karena mereka nggak mampu menyewa tempat yang lebih mahal buat konser.

“Kalo kita mau, kita bisa kok bikin acara di kafe. Persoalannya, cuma di GOR kita bisa bebas dan imejnya nggak komersil,” tambah Ricky.

MEMILIH GEMBEL

Maklum aja kalo mereka ogah main di kafe yang serba glamor. Karena, hampir sama dengan punk di nagri, punk di Indonesia juga antikomersil, antikapitalis, dan anti keglamoran. Meski begitu, bukan berarti anak punk miskin semua. Banyak kok anak punk yang berasal dari rumah gedongan Tapi kesehariannya, mereka tetap berpenampilan lusuh.

“Banyak anak punk yang kelihatan di konser – konser itu, sebenernya anak orang kaya, lho! Rumahnya gedongan. Tapi, mereka melepas semua itu dengan pake kostum gembel yang tak terawat, supaya jadi punk. Mereka malah malu kalo kelihatan gaya,” cerocos Oscar.

Bukti lain kalo anak punk cukup berduit, dengan seringnya bikin konser. Nah, segala biaya itu ditanggung ama mereka sendiri. Misalnya geng A bikin acara, semua anggotanya patungan. Mulai dari sewa gedung, bikin leaflet, sampe sewa alat segala. Udah gitu, yang nonton juga dikutip bayaran, biasanya sekitar 10 ribu perak. Ini kebersamaan juga, kita menghargai yang bikin acara, mereka juga ngelakuin yang sama. Jadi anak punk itu hobinya bukan gratisan!” tambah Ricky.

Nah, kebersamaan seperti itulah yang bikin anak punk tetap kompak. Emang sih kadang ada yang suka “bandel”. Misalnya, ada yang suka bikin keributan dan membenci kelompok tertentu. Kalo udah gini, kamu nggak bisa mengartikan anak punk semuanya kayak gitu. Karena di dalam punk itu sendiri, banyak alirannya. Bukan cuma musiknya, tapi juga ciri khas lain. Misalnya punk street dan punk rock yang hobinya nongkrong di jalanan.

POLITIK DAN GAYA

Ada juga kelompok lain yang sodaraan ama punk, yaitu skinheads. Aliran yang “berkiblat” ama Nazi ini konon lebih brutal dan rasis (benci ama kelompok tertentu) disbanding punk lainnya. Di negara asalnya, kelompok yang biasanya disebut skinheads Nazi ini memang sangat berbahaya. Tapi di Indonesia, cenderung nggak rasis. Bahkan penampilannya lebih gaya ketimbang di nagri. Kelompok yang lahir dari kaum pekerja itu masih banyak yang antiras.

Ada juga yang namanya skinheads politik. Kelompok ini menurut Ricky lebih banyak terlibat ama dunia politik di Indonesia, bahkan sering ikut aksi ama PRD. Maklum karena mereka punya prinsip yang sama di bidang politik. “Mereka ikut karena paham masa depannya sejalan dengan PRD,” tambah Ricky.

Yang menarik, ada kelompok yang menamakan dirinya straight edge. Bukan seperti punk yang lainnya, komunitas ini punya sikap yang lumayan “bersih” disbanding punk lain. Misalnya, mereka antirokok, anti-seks bebas, dan vegetarian. “Tapi disini nggak banyak,” kata Ricky.

Menurut Ricky, kalo nongkrong, nggak semua anak punk suka nge-drugs. “Tapi aku akuin, ada yang suka minum – minum. Tapi, kalo yang namanya junkies tinggalin deh! Anak punk udah nggak setuju ama yang namanya junkies,” tambah Oscar.

Uniknya, meski mereka setia ama prinsip dan aturan dalam komunitas, hampir dipastikan anak punk nmggak punya tokoh yang patut dijadikan panutan. Boleh jadi karena kebersamaan. Jadi kalo pun dianggap idola biasanya mereka menyebut Hitler. Tapi kebanyakan lebih suka menyebut nama band kayak Sex Pistols dan The Bussiness. Itu pun mereka kagum karena aliran musiknya yang menurut mereka keren punya.

“Namanya equality, jadi semuanya sama. Nggak pake pimpinan segala,” jelas Ricky.


source from my brain and berbagai sumber


Labels:


Read more!  
posted by Fredy at 6:54 PM 16 comments
Thursday, June 28, 2007


Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni)….

Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.


Labels:


Read more!  
posted by Fredy at 2:38 PM 18 comments


Lagu yang dinyanyikan oleh Bunga Hitam ini sangat memberi informasi kepada kita mengenai kehidupan para punk jalanan.

Lagu yang berjudul “Dukung Yang Berikutnya” (2:25) dengan lirik seperti berikut ini:

Punk bicara tentang kebersamaan
Yang membuat kita bersatu dan kuat
Punk bicara tentang kebebasan
Kontrol diri tanpa norma yang menjerat

•>
Generasi punk yang merah membara, mengharap dukungan kita semua
Kebersamaan yang kita jalankan, kan membuat mengerti semua

Reff:
Punk bicara tentang kebersamaan
Punk bicara tentang nilai kebebasan [2x]

Lirik ini bermakna bahwa kehidupan anak – anak punk jalanan yang penuh keakraban dan kebersamaan seperti halnya dengan semboyan mereka EQUALITY AND FREEDOM, yanitu bersama dan kebebasan. Dengan semboyan seperti itu rasanya sangat sulit untuk mencerai berai mereka. Juga butuhnya dukungn generasi muda punk street yang baru.

Tapi, tidak semua orang menganggap punk itu bukan ancaman bagi mereka. Ada sebagian orang yang menganggap dengan pakainnya yang lusuh, kotor, sobek, serta penuh emblem dan dipenuhi dengan tindik, percing, rambot mo hawk, rantai, bahkan bertato dianggap sebagai sampah masyarakat. Kenyataannya, salah. Banyak anak – anak punk yang berhati nurani baik misalnya ketika mereka mengamen di tempat – tempat umum yang hasilnya biasanya digunakan untuk memberi makan para pengemis ataupun pemulung.

Sungguh itu adalah sebuah peringatan bagi kita agar tidak memandang sesuatu dari luarnya saja. Kita lihat para pejabat yang berdasi rapi, ber-jas, mobil mewah, sepatu bagus malah justru adalah sampah masyarakat ketika ia tidak memiliki belas kasihan kepada rakyat miskin. Dan sebaliknya, para punk street dengan gaya dan cara berpakaian mereka yang seperti malah sikap mereka patut ditiru. surabaya_scumpunk@yahoo.com

Labels:


Read more!  
posted by Fredy at 1:46 PM 31 comments
Tuesday, June 26, 2007

Beberapa hari yang lalu (15 Januari 2007) RCTI dengan program URBAN-nya menayangkan episode dengan tajuk “GENERASI PUNK”, dalam program ini pula…nyaris tiap detiknya didominasi oleh liputan tentang MARJINAL dan aktifitas kesehariannya bersama kawan-kawan di TARING BABI…

band punk yang gak perlu saya sebutkan lagi seluk-beluknya karena saya yakin banyak yang udah pada enggeh koq.

Selain MARJINAL, RCTI juga meliput keseharian para street-punk, kemudian dengan sudut pandangnya RCTI membandingkan perbedaan dari keduanya. MARJINAL & TARING BABI disebut-sebut sebagai “PUNK IDEALIS” dan mereka yang diliput sedang asik nongkrong dengan sebutan “PUNK JALANAN/STREET PUNK”.

Dari beberapa scene, menurut saya…pesan yang coba disampaikan oleh kawan-kawan MARJINAL & TB cukup positif, secara keseluruhan….setidaknya acara ini nggak seperti kebanyakan acara lainnya di tivi yang senantiasa menampilkan stigma buruk punk keatas publik tanpa investigasi dan informasi yang akuran, sebut saja acara “7 hari menuju taubat” dimana seorang punk digambarkan sebagai sosok pendosa yang sudah seharusnya bertaubat, atau acara “metro realitas” episode punk yang dulu sempat menggemparkan karena lebih banyak menyoroti sisi negatif dari punk tanpa menelaah hal positif yang ada.

Semula saya sempat heran saat mike muncul di iklan acara URBAN di tivi…penasaran akhirnya niat banget buat nonton ;P, selesai nonton…huh…ternyata RCTI cukup sehat kali ini, saya jadi teringat beberapa hari yang lalu saya sempet ngobrol dengan salah satu kawan Taring Babi, saat marjinal bertandang ke Rangkasbitung, Banten, yang kebetulan saya juga sedang berada disana. Dalam obrolan saya bilang…apapun usaha kita dalam menggunakan media komersial sebagai jembatan untuk memperjuangkan kepentingan kita hendaknya dibarengi dengan kewaspadaan, dalam artian jangan lagi “kecolongan” kayak yang lalu-lalu seperti yang saya sebut diatas.

Oke…saya acungi cap jempol momen 15 januari lalu, lantas bagaimana dengan kawan-kawan punk lainnya….ternyata (dari info yang saya dapat via email dari taring babi) kontroversi menyinggung pro-kontra hadirnya sosok taring babi dalam acara tersebut sangat-sangat hebat. Coba deh…baca imel konfirmasi dari TARING BABI yang saya kutip dibawah…semoga pandangan sinis tentang tampilnya kawan baik kita dalam acara tersebut dapat segera kita binasakan dari otak kita.

Penayangan acara “Urban” yang berjudul “Generasi Punk” dari RCTI pada 15 Januari yang lalu telah menimbulkan pro dan kontra dalam komunitas punk di seantero tanah-air. Banyak yang memberi komentar lewat SMS pada komunitas Taringbabi yang mempertanyakan, mengapa Marjinal mau muncul dalam program TV, dan masih banyak lagi ledekan sinis atas nama scene punk. Semua itu diterima dengan lapang dada di komunitas Taringbabi. Semua perhatian itu adalah bentuk rasa sayang kawan-kawan pada kami di Taringbabi. Kami merasa tersanjung dan mengucapkan puji syukur atas komentar, pertanyaan, celetukan, sinisme. Semua itu kami anggap sebagai awal dari ajakan dialog secara terbuka.

Perlu kami beritahukan kepada kawan-kawan, kronologi sebagai berikut:

26 Desember 2007, datanglah reporter RCTI, Dicky dan kameramen Wayan bersama rekan kerjanya ke Taringbabi. Dalam awal pembicaraan, mereka bermaksud membuat liputan tentang komunitas punk untuk program bernama “Urban”. Sebelumnya mereka telah melakukan liputan pada scene punk di Bandung, khususnya yang nongkrong di Bandung Indah Plaza (BIP). Tapi mereka tidak mendapatkan sesuatu hal yang bernas, bahkan mereka tidak mengerti apa itu punk. Mendengar hal tersebut, kami menyambut maksud mereka yang ingin melihat sisi lain dari komunitas punk — yang lain dari hasil liputan TV pada umumnya, yang hanya menyorot punk yang nongkrong kagak ngapa-ngapain.

Kameramen mulai merekam suasana di Taringbabi. Dari yang bikin clothing/sablon, nyetak emblem, cukil kayu dan melakukan wawancara kepada Mike dan Een (seorang dosen yang menjadi nara sumber) dengan tema: kegiatan sehari-hari Taringbabi, interaksi dengan tetangga dan masyarakat di Setu Babakan, Jagakarsa. Disamping itu sang reporter banyak menanyakan kawan-kawan yang berada di jalan (street punk). Secara gamblang Mike menjelaskan bahwa pilihan mereka untuk hidup dan menghidupi jalanan adalah sesuatu yang harus diacungi rasa hormat. Masalahnya, sebagian masyarakat (disamping media) yang selalu memojokkan street punk karena melihat dandanannya yang tidak lazim itu, dan memberi stigma negatif.



31 Desember 2007. Marjinal mendapat undangan manggung di Pasir Gombong, Cikarang. Sudah beberapa kali Marjinal selalu mendapat undangan memeriahkan acara tutup tahun di lokasi yang berbeda-beda. Ini kali Marjinal dan scene-scene musik setempat manggung di sebuah lapangan, dekat sebuah pabrik. Selain Marjinal, tampil juga Akal Bangsat. Kami ngompreng naik kendaraan umum dari Setu Babakan menuju lokasi. Ketika sampai di lokasi, panitia mengabarkan bahwa ada reporter RCTI yang telah menanti Marjinal dan hendak membuat liputan di gig. Ya, kami menyambut Dicki dan Wayan yang memanggul kamera. Panitia menyediakan makan malam. Kami makam malam bersama dengan lahap. Lalu Marjinal pergi mencari studio untuk sekadar latihan. Kameramen turut mengambil gambar selama latihan di studio yang selesai pada pukul 11.30. Selanjutnya Marjinal langsung pergi ke lokasi gig. Tepat pukul 00.00 tahun 2007, acara semakin asik. Beberapa band setempat dan dari sekitar Cikarang menghangatkan suasana. Akal Bangsat manggung disusul sebuah band dari Cikarang. Acara ditutup oleh Marjinal.

Minggu pertama Januari 2007. Reporter dan kameramen RCTI masih bertandang ke Taringbabi membuat liputan: Boby pergi ke pasar, Mike masak di dapur.

Tiga hari menjelang “Urban” ditayangkan: RCTI membuat spot/ekstra tentang program itu yang diberi judul: Generasi Punk; Punk Never Die. Taringbabi menerima Beberapa SMS menanggapi acara itu dengan negatif.

15 Januari 2007. “Urban” ditayangkan. Taringbabi menerima kiriman SMS yang menyambut dengan hangat “Urban” dan memberi selamat pada Marjinal. Tapi ada juga yang berkomentar dengan sinis.

16 Januari 2007. Pukul 18.00, kawan-kawan Taringbabi berkumpul untuk membahas respon yang muncul dari SMS, bahkan ada yang mengatasnamakan 12 scene punk di Jakarta. Kami di Taringbabi hanya bisa berbesar hati menerima pesan-pesan itu, dan senyum-senyum membayangkan siapa-siapa aja ya 12 scene punk itu.

17 Januari 2007. Kawan-kawan di Taringbabi memutuskan melakukan dialog dengan kawan-kawan lainnya. Mengundang Dicki (reporter RCTI) lewat telpon untuk datang ke Taringbabi (dia sih oke-oke aja) lalu meminta copy liputannya yang masih utuh (belum disunting). Dia menyambut keinginan itu. Rencananya Taringbabi akan memperbanyak dan menyebarkan pada komunitas punk.

Dari kronologi di atas, adalah cukup jelas bahwa Taringbabi secara sadar… ingat SECARA SADAR menggunakan media TV secara kreatif. Taringbabi tidak pernah membuat kompromi dengan media, apalagi menggunakannya sebagai alat promosi diri. Kami hanya menyadari bahwa media TV memberikan dampak yang besar pada masyarakat, dan digunakan sebagai medium penyampai pesan-pesan (tentu perjuangan punk, lho) yang sampai saat ini masih mendapat stigma negatif dari sebagian masyarakat.

Selama ini dalam program-program TV nasional/lokal dengan gamblang menempatkan punk secara negatif. Ingat program “7 Hari Menuju Tobat” dari La Tivi yang memposisikan punker sebagai pendosa. Belum lagi iklan obat influenza yang menggunakan model punker secara negatif, konyol dan oon. Belum lagi pemberitaan media koran: ingat berita “Punk merusak mushola” di Bogor, berita yang tidak akurat dan tanpa proses verifikasi. Belum lagi aksi penggarukan terhadap kawan-kawan di jalanan dalam operasi yustisia oleh aparat trantib. Semua itu… harus disikapi!

Adalah satu hal yang ganjil, apabila kawan-kawan, scene-scene punker di seantero Jakarta hanya berdiam diri, duduk manis, dan tidak memberikan informasi tandingan (counter information). Menurut hemat kami, masalahnya adalah, masyarakat tidak mengetahui secara jelas aktivitas komunitas punk, di luar panggung musik. Mereka hanya melihat punk secara fisikal (kasat mata). Untuk itu, secara sadar, kami ingin membangun dialog dengan masyarakat, contohnya dengan para tetangga kami di Gg. Setia Budi, Setu Babakan. Semua itu bukanlah proses yang instant. Semua dilalui dengan proses panjang. Apa salahnya apabila kami menggunkan media TV sebagai pembuka menuju dialog lebih jauh dan hangat, ramah dan tamah! Toh, akhirnya Taringbabi diterima secara terbuka oleh masyarakat, tetangga kami: Baba, Mpok Romlah, Jibung, Pak RT, Pak Ustad dan lain-lainnya menerima tamu-tamu kami, para punker seantero Indonesia yang bersilaturahmi ke Taringbabi, dengan bebas dan merdeka, sopan dan santun.

Karena itu Taringbabi sangat terbuka terhadap liputan media TV, tentunya berangkat dari referensi kawan-kawan punk, dan melalui serentetan pertanyaan: maksud dan tujuan liputan itu. Sebelumnya Taringbabi menerima pembuat film dokumenter dari Jerman yang datang bersamaan dengan pertunjukkan keliling CBU, band punk dari Jerman. Melalui referensi dari seorang kawan, kami menerima maksud dan tujuan crew film dari Jerman yang ingin mengetahui kehidupan komunitas punk di Indonesia. Mereka melakukan wawancara seharian selain mengambil gambar kegiatan sehari-hari di Taringbabi. Selain itu, mereka membuat liputan di scene-scene punk lainnya. Semua punker di Jakarta dengan bahagia menyambut crew TV Jerman itu – walau mereka belum tentu menyaksikan hasil film itu dan apa dampaknya dengan publik di Indonesia.

Apa yang dilakukan crew TV Jerman dan apa yang mereka dapatkan, menurut hemat kami di Taringbabi, adalah sama seperti apa yang dilakukan crew RCTI ketika meliput untuk “Urban”, tapi secara langsung dapat disaksikan oleh publik (khususnya: para punker yang masih melek pada pukul 11.30 lewat: kasihan deh lho!) Lalu so wahat gitu lho! Mengapa kita menaruh syak wasangka pada liputan “Urban” kalau itu menyampaikan pesan perjuangan punk: “Anti penindasan, anti fasisme, hidup mandiri, selalu kreatif dan peduli sesama”.



Labels:


Read more!  
posted by Fredy at 7:24 PM 30 comments