Tuesday, June 26, 2007

Beberapa hari yang lalu (15 Januari 2007) RCTI dengan program URBAN-nya menayangkan episode dengan tajuk “GENERASI PUNK”, dalam program ini pula…nyaris tiap detiknya didominasi oleh liputan tentang MARJINAL dan aktifitas kesehariannya bersama kawan-kawan di TARING BABI…

band punk yang gak perlu saya sebutkan lagi seluk-beluknya karena saya yakin banyak yang udah pada enggeh koq.

Selain MARJINAL, RCTI juga meliput keseharian para street-punk, kemudian dengan sudut pandangnya RCTI membandingkan perbedaan dari keduanya. MARJINAL & TARING BABI disebut-sebut sebagai “PUNK IDEALIS” dan mereka yang diliput sedang asik nongkrong dengan sebutan “PUNK JALANAN/STREET PUNK”.

Dari beberapa scene, menurut saya…pesan yang coba disampaikan oleh kawan-kawan MARJINAL & TB cukup positif, secara keseluruhan….setidaknya acara ini nggak seperti kebanyakan acara lainnya di tivi yang senantiasa menampilkan stigma buruk punk keatas publik tanpa investigasi dan informasi yang akuran, sebut saja acara “7 hari menuju taubat” dimana seorang punk digambarkan sebagai sosok pendosa yang sudah seharusnya bertaubat, atau acara “metro realitas” episode punk yang dulu sempat menggemparkan karena lebih banyak menyoroti sisi negatif dari punk tanpa menelaah hal positif yang ada.

Semula saya sempat heran saat mike muncul di iklan acara URBAN di tivi…penasaran akhirnya niat banget buat nonton ;P, selesai nonton…huh…ternyata RCTI cukup sehat kali ini, saya jadi teringat beberapa hari yang lalu saya sempet ngobrol dengan salah satu kawan Taring Babi, saat marjinal bertandang ke Rangkasbitung, Banten, yang kebetulan saya juga sedang berada disana. Dalam obrolan saya bilang…apapun usaha kita dalam menggunakan media komersial sebagai jembatan untuk memperjuangkan kepentingan kita hendaknya dibarengi dengan kewaspadaan, dalam artian jangan lagi “kecolongan” kayak yang lalu-lalu seperti yang saya sebut diatas.

Oke…saya acungi cap jempol momen 15 januari lalu, lantas bagaimana dengan kawan-kawan punk lainnya….ternyata (dari info yang saya dapat via email dari taring babi) kontroversi menyinggung pro-kontra hadirnya sosok taring babi dalam acara tersebut sangat-sangat hebat. Coba deh…baca imel konfirmasi dari TARING BABI yang saya kutip dibawah…semoga pandangan sinis tentang tampilnya kawan baik kita dalam acara tersebut dapat segera kita binasakan dari otak kita.

Penayangan acara “Urban” yang berjudul “Generasi Punk” dari RCTI pada 15 Januari yang lalu telah menimbulkan pro dan kontra dalam komunitas punk di seantero tanah-air. Banyak yang memberi komentar lewat SMS pada komunitas Taringbabi yang mempertanyakan, mengapa Marjinal mau muncul dalam program TV, dan masih banyak lagi ledekan sinis atas nama scene punk. Semua itu diterima dengan lapang dada di komunitas Taringbabi. Semua perhatian itu adalah bentuk rasa sayang kawan-kawan pada kami di Taringbabi. Kami merasa tersanjung dan mengucapkan puji syukur atas komentar, pertanyaan, celetukan, sinisme. Semua itu kami anggap sebagai awal dari ajakan dialog secara terbuka.

Perlu kami beritahukan kepada kawan-kawan, kronologi sebagai berikut:

26 Desember 2007, datanglah reporter RCTI, Dicky dan kameramen Wayan bersama rekan kerjanya ke Taringbabi. Dalam awal pembicaraan, mereka bermaksud membuat liputan tentang komunitas punk untuk program bernama “Urban”. Sebelumnya mereka telah melakukan liputan pada scene punk di Bandung, khususnya yang nongkrong di Bandung Indah Plaza (BIP). Tapi mereka tidak mendapatkan sesuatu hal yang bernas, bahkan mereka tidak mengerti apa itu punk. Mendengar hal tersebut, kami menyambut maksud mereka yang ingin melihat sisi lain dari komunitas punk — yang lain dari hasil liputan TV pada umumnya, yang hanya menyorot punk yang nongkrong kagak ngapa-ngapain.

Kameramen mulai merekam suasana di Taringbabi. Dari yang bikin clothing/sablon, nyetak emblem, cukil kayu dan melakukan wawancara kepada Mike dan Een (seorang dosen yang menjadi nara sumber) dengan tema: kegiatan sehari-hari Taringbabi, interaksi dengan tetangga dan masyarakat di Setu Babakan, Jagakarsa. Disamping itu sang reporter banyak menanyakan kawan-kawan yang berada di jalan (street punk). Secara gamblang Mike menjelaskan bahwa pilihan mereka untuk hidup dan menghidupi jalanan adalah sesuatu yang harus diacungi rasa hormat. Masalahnya, sebagian masyarakat (disamping media) yang selalu memojokkan street punk karena melihat dandanannya yang tidak lazim itu, dan memberi stigma negatif.



31 Desember 2007. Marjinal mendapat undangan manggung di Pasir Gombong, Cikarang. Sudah beberapa kali Marjinal selalu mendapat undangan memeriahkan acara tutup tahun di lokasi yang berbeda-beda. Ini kali Marjinal dan scene-scene musik setempat manggung di sebuah lapangan, dekat sebuah pabrik. Selain Marjinal, tampil juga Akal Bangsat. Kami ngompreng naik kendaraan umum dari Setu Babakan menuju lokasi. Ketika sampai di lokasi, panitia mengabarkan bahwa ada reporter RCTI yang telah menanti Marjinal dan hendak membuat liputan di gig. Ya, kami menyambut Dicki dan Wayan yang memanggul kamera. Panitia menyediakan makan malam. Kami makam malam bersama dengan lahap. Lalu Marjinal pergi mencari studio untuk sekadar latihan. Kameramen turut mengambil gambar selama latihan di studio yang selesai pada pukul 11.30. Selanjutnya Marjinal langsung pergi ke lokasi gig. Tepat pukul 00.00 tahun 2007, acara semakin asik. Beberapa band setempat dan dari sekitar Cikarang menghangatkan suasana. Akal Bangsat manggung disusul sebuah band dari Cikarang. Acara ditutup oleh Marjinal.

Minggu pertama Januari 2007. Reporter dan kameramen RCTI masih bertandang ke Taringbabi membuat liputan: Boby pergi ke pasar, Mike masak di dapur.

Tiga hari menjelang “Urban” ditayangkan: RCTI membuat spot/ekstra tentang program itu yang diberi judul: Generasi Punk; Punk Never Die. Taringbabi menerima Beberapa SMS menanggapi acara itu dengan negatif.

15 Januari 2007. “Urban” ditayangkan. Taringbabi menerima kiriman SMS yang menyambut dengan hangat “Urban” dan memberi selamat pada Marjinal. Tapi ada juga yang berkomentar dengan sinis.

16 Januari 2007. Pukul 18.00, kawan-kawan Taringbabi berkumpul untuk membahas respon yang muncul dari SMS, bahkan ada yang mengatasnamakan 12 scene punk di Jakarta. Kami di Taringbabi hanya bisa berbesar hati menerima pesan-pesan itu, dan senyum-senyum membayangkan siapa-siapa aja ya 12 scene punk itu.

17 Januari 2007. Kawan-kawan di Taringbabi memutuskan melakukan dialog dengan kawan-kawan lainnya. Mengundang Dicki (reporter RCTI) lewat telpon untuk datang ke Taringbabi (dia sih oke-oke aja) lalu meminta copy liputannya yang masih utuh (belum disunting). Dia menyambut keinginan itu. Rencananya Taringbabi akan memperbanyak dan menyebarkan pada komunitas punk.

Dari kronologi di atas, adalah cukup jelas bahwa Taringbabi secara sadar… ingat SECARA SADAR menggunakan media TV secara kreatif. Taringbabi tidak pernah membuat kompromi dengan media, apalagi menggunakannya sebagai alat promosi diri. Kami hanya menyadari bahwa media TV memberikan dampak yang besar pada masyarakat, dan digunakan sebagai medium penyampai pesan-pesan (tentu perjuangan punk, lho) yang sampai saat ini masih mendapat stigma negatif dari sebagian masyarakat.

Selama ini dalam program-program TV nasional/lokal dengan gamblang menempatkan punk secara negatif. Ingat program “7 Hari Menuju Tobat” dari La Tivi yang memposisikan punker sebagai pendosa. Belum lagi iklan obat influenza yang menggunakan model punker secara negatif, konyol dan oon. Belum lagi pemberitaan media koran: ingat berita “Punk merusak mushola” di Bogor, berita yang tidak akurat dan tanpa proses verifikasi. Belum lagi aksi penggarukan terhadap kawan-kawan di jalanan dalam operasi yustisia oleh aparat trantib. Semua itu… harus disikapi!

Adalah satu hal yang ganjil, apabila kawan-kawan, scene-scene punker di seantero Jakarta hanya berdiam diri, duduk manis, dan tidak memberikan informasi tandingan (counter information). Menurut hemat kami, masalahnya adalah, masyarakat tidak mengetahui secara jelas aktivitas komunitas punk, di luar panggung musik. Mereka hanya melihat punk secara fisikal (kasat mata). Untuk itu, secara sadar, kami ingin membangun dialog dengan masyarakat, contohnya dengan para tetangga kami di Gg. Setia Budi, Setu Babakan. Semua itu bukanlah proses yang instant. Semua dilalui dengan proses panjang. Apa salahnya apabila kami menggunkan media TV sebagai pembuka menuju dialog lebih jauh dan hangat, ramah dan tamah! Toh, akhirnya Taringbabi diterima secara terbuka oleh masyarakat, tetangga kami: Baba, Mpok Romlah, Jibung, Pak RT, Pak Ustad dan lain-lainnya menerima tamu-tamu kami, para punker seantero Indonesia yang bersilaturahmi ke Taringbabi, dengan bebas dan merdeka, sopan dan santun.

Karena itu Taringbabi sangat terbuka terhadap liputan media TV, tentunya berangkat dari referensi kawan-kawan punk, dan melalui serentetan pertanyaan: maksud dan tujuan liputan itu. Sebelumnya Taringbabi menerima pembuat film dokumenter dari Jerman yang datang bersamaan dengan pertunjukkan keliling CBU, band punk dari Jerman. Melalui referensi dari seorang kawan, kami menerima maksud dan tujuan crew film dari Jerman yang ingin mengetahui kehidupan komunitas punk di Indonesia. Mereka melakukan wawancara seharian selain mengambil gambar kegiatan sehari-hari di Taringbabi. Selain itu, mereka membuat liputan di scene-scene punk lainnya. Semua punker di Jakarta dengan bahagia menyambut crew TV Jerman itu – walau mereka belum tentu menyaksikan hasil film itu dan apa dampaknya dengan publik di Indonesia.

Apa yang dilakukan crew TV Jerman dan apa yang mereka dapatkan, menurut hemat kami di Taringbabi, adalah sama seperti apa yang dilakukan crew RCTI ketika meliput untuk “Urban”, tapi secara langsung dapat disaksikan oleh publik (khususnya: para punker yang masih melek pada pukul 11.30 lewat: kasihan deh lho!) Lalu so wahat gitu lho! Mengapa kita menaruh syak wasangka pada liputan “Urban” kalau itu menyampaikan pesan perjuangan punk: “Anti penindasan, anti fasisme, hidup mandiri, selalu kreatif dan peduli sesama”.



Labels:

 
posted by Fredy at 7:24 PM
29 Comments:


At July 30, 2007 8:50 PM, Blogger Novee

Wuaaaaaaaa panjang banget seh...?!
Taring Babi??? Takuuuuuuuuuuutttttt
*mang gada nama laen yg lebih halal apa...*

 

At December 28, 2007 3:08 PM, Blogger Chee2_thantique

Sah2 aja lagi kalo Marjinal masuk TiPi??Bagus dunk...Supaya gak da salah hampa..eh keliru...salah paham..bhw gak semua Punk harus berhubungan dg ANARKISME!!!
Halal koq..GANBATTE KUDASAI bwt Taring Baby Community n MARJINAL yg slalu di HatiQ...
By:SMAN1C GiRL-GRESIK CITY

 

At December 30, 2007 10:52 PM, Anonymous ZOZO

kalo kata gw gpp ah komunitas taring babi terutama marjinal masuk tivi selama itu ingin memperlihatkan komunitas qta yg slalu dianggap ga karuan biar masyarakat sadar bahwa gak selamanya PUNK ITU AROGAN dan juga biar masyarakat tau bah STREET PUNK itu FREE MAN bukannya PREMAN,THANK'S BOGOR STREET PUNK SURKEN CHAOS

 

At January 1, 2008 3:07 PM, Anonymous riot

nama bagus belum tentu orangnya bagus"NOVI"????????

 

At January 18, 2008 1:30 AM, Anonymous punk_street

lam damai oi oi oi

menurut ku anak²band indie punk memang harus masuk tipi cz setahu saya senjata nya anak punk adalah lagu bukan senapan ato belati seperti para anjing² negara itu
jadi buat apa qta < nak punk > punya senjata klo terus menerus di sembunyikan
aku juga anak punk dan aku ingin senjata qta < anak punk > keluarkan agar semua masyarakat yg mengolok-olok qta dan menyebut kita sampah masyarakat pada tahu bahwa itu semua salah BESAR
PUNK NOT DIE

 

At March 18, 2008 8:43 PM, Blogger vAy ciputaT streEt puNk5

Dulu kita pernah bernyanyi bersama...
Bernyanyi tentang keraaasnya dunia...
Kini kau sama sekali tak berbeda seperti badut2 yg disana...
Ingatlah dimana komunitas,
Komunitaslah yg membesarkanmu...
Komunitaslah yg mendukungmu...

 

At March 18, 2008 8:46 PM, Blogger vAy ciputaT streEt puNk5

DuLu kita pernah bernyanyi bersama...
Bernyanyi tentang kerasnya dunia...
kini kau sama sekali tak berbeda seperti badut2 yg disana...
Ingatlah dimana komunitas, komunitaslah yg membesarkanmu...
komunitaslah yg mendukungmu...

 

At March 25, 2008 1:32 PM, Anonymous Anonymous

meenurut gu ! ! ynk d lakuint ama anak* MARJINAL add bgusny juga . karna dyy mungkint az masyarakat bisa menilai kalangant PUNK ntu gga sllu BEJAT ! ! ! ! !
buat MARJINAL & TARING BABI . gu hargai niat u ! ! ! !
TOH ynk u smua lakuint add baikny jga buat kta* anak PUNK . . . . .

ex : komunitas u ! !! !

 

At April 18, 2008 12:12 AM, Anonymous Anonymous

peace , love n emphaty
bwt taring babi...............

don't feel supreme

no body go it

 

At April 18, 2008 12:15 AM, Anonymous Anonymous

peace ,love n emphaty
bwt taring babi........

don't feel supreme
no body go it.

masyarakat kita itu MASYARAKAT IMAGE




BUBUIIIII AT TANGERANG

 

At May 5, 2008 10:40 AM, OpenID mylongjourney

setuju bro, teknologi adalah ciptaan manusia (ingat semua manusia) bukan alasan kita gak boleh masuk kedalamnya....

termasuk blog ini, lambat laun punk juga akan menemukan bentuknya sendiri dalam perubahan jaman..

salam..punk kontrol sosial..

 

At May 14, 2008 2:52 PM, Anonymous Thommi

punk tu ble masuk tv
tapi gak boleh kehidupan
sehari2nya
itu dibenci punk

 

At May 19, 2008 2:03 PM, Blogger medan

bagus tu,biar tau smua orang.Gmn punk tu sbenar nya.

 

At June 6, 2008 9:06 PM, Anonymous Anonymous

WOlEZ AzA CIeY PUNX mCuK TipI.BuT J9N KtRuZan yEa,...
9k EnaX mA pUnx2y9 LaeN,ha9xS..HA9Sx...
Cz skRn9 puNx JD TRENDSTER B9d,,
bNYx y9 pD pke aTrIbUt punX tp,mreXa 9k Taw aPa arTi "punx"ITW SBENARNA??yO!!jRotttTTT
Mry qTa b'dnSa rAMe".....


_SUcCseS SLLU wAt PUNXRAWX indnEsIA_




_LadiEs puNxrawX_

 

At October 15, 2008 3:18 PM, Anonymous Anonymous

buehh...hrs masuk tipi....indonesia negara demokrasi apa komunis(msa PUNK gk blh msuk tipi,apa2an tuh)....

masyarakat biar tw..bhwa komunitas punk bkan sampah(kami bsa b'krya,kami mmpu b'than,dan kami bukan sampah)...


"don't let them grind you down"....

 

At November 10, 2008 7:31 PM, Anonymous Anonymous

oke!!!!!!!!!!!!!!

 

At November 10, 2008 7:42 PM, Anonymous Anonymous

Buat NOVEE nya,,,,,,,tau apa lo ama taring babi. muka lo aja lom tentu HALAL,pake ngomentari HALAL pa gak.
Coba lo mau buka pikiran sedikit untuk memahaminya.Jangan hanya memandang semua hal dari segi luar/hanya 1 sisi...
Coba DEKATI,RASAKAN,dan PIKIRKAN!!!!!!!!!!!
CHITRA,
MADIUN

 

At January 28, 2009 10:46 AM, Blogger WIDYA GTULOOH

TARING BABI GA BANGET................

 

At March 23, 2009 1:48 PM, Anonymous Anonymous

buad lo NOVEE ..
tau ape c lo tentang mereka ?
klo gg tao , mnding diem aje deh lo !!
gw uda baca bbrapa comment dari lo ,
tp gg ada atu pun comment lo yg ngenakin .
pandang segi positiv.e dlo jeng !
jgn asaal comment aje !
kerudung bakal kedok doangan .

 

At March 23, 2009 1:53 PM, Anonymous aniss oi!!

ini cerita tentang kawan sejalan
yg mmbelok menjadi pengkhianat
merusak smw arah perjuangan
idealis DIY yg qta banggakan
uang dan smw ketenaran telah membutakan mata hati.a
misi ataukah kau frustasi
vokal dan melodi hanya untuk money !!

 

At June 19, 2009 11:02 PM, Anonymous Anonymous

wah.. kreatif banget tuhh.. menggunakan media elektronik.. biar orang2 pada gak ngecap yg negatif2 aja ke anak Punk.. :)

by : rend87bass@yahoo.com

 

At June 22, 2009 3:30 PM, Blogger Aisia

Halow..halow..
umat punk se-ina...duuh kok hal yang baik jadi pro kontra yaks...

buat gue nggak ada salahnya kok masuk media...yang penting kan essensinya tetep dan nggak berubah...

justeru dengan cara seperti itu akan terjadi pencerahan...pencerahan segala-galanya....

media itu tidak melulu menjadi racun...
teman-teman punk bisa menggunakan media untuk menyampaikan pesan..tentunya yang positif ya..

nah kalo anti media..aku rasa akan sulit berkembangnya...
selama Mike boby en teman-teman tetap menyuarakan suara jalanan, suara milik komunitas punk dan masyarakat secara keseluruhan, campur tangan media atau mungkin label ngak jadi masalah, kan hati yang dilihat..

so nggak usah naif dan menjadi seorang idealis yang nggak jelas

pisss sista en brotha...

 

At July 7, 2009 1:52 AM, Blogger SPREADING THE HARDCORE

Masuk TIPI??
Gak masuk tipi aja dah bnyk berandalan yg bikin jelek...
wkwkwkwkw

palagi klo dah jadi trend
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw

MASUK TIVI = MASUK LOBANG TAI

 

At July 16, 2009 12:40 PM, Anonymous Anonymous

kalau aq ttp dukung klau marjinal msk tipi msk kalah ama kanen band yo gmn no pkok na kdu


aparat keparat
aparat bangsat
polisi anjing tai kucink

kapan dunia kita sa maju orang kta g maling,g malak,tp kok msh aj di tangkap lha trz cri makan na gmn pak polisi n satpol pepe pa km aja buka lapangan kerja ben kita g cri makan da jalan lagi

pak apa cri makan da jalan tu haram pak!!!
kapan kmu sa ngertiin anak punk!!!

veno_nitto@yahoo.com
add bgi para anak2 punk

 

At August 5, 2009 6:25 PM, Blogger Roy Thaniago

Sukses terus TaringBabi!

 

At August 14, 2009 3:53 PM, Anonymous Anonymous

wat novee...
tai anjing lohh,,loe ga tau apa2,,jadi diem2 aja..
way vay ciputat street punk: bebek badut,,ga jelas omongan loh itu tau!!geblek,,so'an loh!!
wat spreading the hardcore: jangan ampe jilat ludah loh sndiri anjing!!..jangan sok2 an anti media, yg loe pake ini skrg apa tai!!..
ngehe loh smua ga perna sadar dngn apa yg loe lakuin skrg..biji!!!

gw:orangbiasa

 

At October 31, 2009 7:36 PM, Anonymous Anonymous

KALO BUAT GW .ALCOHOL-CRUSTPUNK ONLY. Urus dri lo masing2 ngapain jg gara2 marjinal jd pda ribut2. Kalo lo mengklaim diri lo punk .mash bnyak yg lebih penting yg harus d bcrakan atw d lakukan bt memajukan scne d tmpt lo tnggal! WELCOME To THE REAL WORLD

 

At November 11, 2009 2:55 PM, Anonymous Anonymous

Saya Maya Abdi, dari Rumah Seni Eloprogo, bejen, Borobudur..
Boleh minta info ttg komunitas2 punk yg bisa dihub lewat e-mail atau FB?
kami ada rencana mengadakan kegiatan bersama komunitas punk..
Thanks infox..
Peace n lv to all